Dalam sebuah organisasi seperti apapun bentuknya, bongkar pasang personil adalah hal sangat lumrah. Satu datang, satu pergi. Beberapa masuk dan beberapa lainnya keluar, sungguh sesuatu yang sangat wajar. Karena tak ada yang abadi di dunia ini, apalagi “hanya” sebuah organisasi. Perubahan yang terjadi, harus kita hadapi karena pada hakekatnya, kemajuan adalah identik dengan perubahan.
Dan ketika beberapa waktu yang lalu, salah seorang pimpinan memutuskan untuk melompat pagar karena dia melihat rumput yang lebih hijau, adalah hal yang tak perlu disikapi secara berlebihan, meski mungkin kita merasa kehilangan. Ia dulu datang membawa kebaikan, bercengkrama dalan suatu keakraban sebuah relasi, atasan dan bawahan. Dan kini ia memutuskan untuk melangkah keluar dari lingkaran, karena ia mengganggap akan mendapat sesuatu yang lebih di luar sana. Ia keluar dengan meninggalkan segala kemajuan yang telah teraih bersama.
Seseorang pengganti datang, membawa suatu program yang tentunya takkan pernah sama plek dengan pendahulunya. Ia masuk kedalam cyrcle relasi dengan kebisaan yang ia punya. Kita takkan tenggelam kawan, nahkoda baru kita ini ingin memancing ikan lebih lama, bahkan mungkin dengan dobel joran yang lebih banyak sehingga makin banyak ikan yang terangkat ke dalam geladak. Kita tetap berjalan , menentang arus dan angin tanpa rasa takut, karena telah terbit semangat baru yang dibawanya.
Pergantian adalah hal yang wajar, tak perlu dipermasalahkan, karena visi masih terpegang dan misi masih di jalur yang benar. Mari kita kembangkan layar lebih lebar kawan. Sang angin butuh tempat yang lebih luas untuk berpijak. Berlayarkah kapalku, kapal kita, sejauh keinginan dan ujung pelabuhan yang ingin digapai.Semangat!